Sebuah cerita
Ada
seorang laki laki bernama Christian dan seorang perempuan bernama
Jenny, mereka disatukan oleh Bapa dlm pernikahan kudus. Setahun
kemudian Jenny melahirkan seorang bayi laki laki dan diberi nama
Baghaskara. Dan dua tahun kemudian melahirkan kembali seorang bayi perempuan dan diberi nama Diandra. Kedua balita ini tumbuh menjadi anak yang lucu dan menggemaskan, namun
disatu sisi kedua anak ini kerap kali mengalami kejadian kekerasan fisik
yg dilakukan sang ayah.. pisau, parang, sandal, sapu, batu, dll adalah
makanan sehari hari kedua balita ini sampai menginjak usia sekolah.
Hinaan, cacian sering kali kedua anak ini terima dari teman-temannya lantaran badan kedua anak ini penuh luka akibat benda-benda tajam dan tumpul yang diluncurkan ayah mereka ke badan mereka..
Minder dan malu adalah bagian mereka, namun mereka tetap bisa menjalani hari-hari mereka sebagai mana mestinya..
Pada saat Baghaskara berusia 12 tahun dan Diandra berusia 10 tahun, Jenny ibu mereka kembali bertaruh nyawa sampai mengalami pendarahan saat akan melahirkan seorang bayi, dan akhirnya lahirlah seorang bayi perempuan dan diberi nama Dhenara. Baghaskara dan Diandra bersukacita mempunyai adik, mereka sangat sayang kepada adiknya..
Pada saat itu pula ayah mereka menyadari bahwa apa yang dilakukannya itu tidak benar selama ini, ayah mereka menyadari bahwa anak adalah karunia yang tak boleh disia siakan.. Ayah mereka langsung meminta maaf kepada Baghaskara dan Diandra, dan berjanji tidak mengulanginya kembali..
Dan keluarga ini akhirnya hidup bahagia dalam kasih Tuhan Yesus.
Hinaan, cacian sering kali kedua anak ini terima dari teman-temannya lantaran badan kedua anak ini penuh luka akibat benda-benda tajam dan tumpul yang diluncurkan ayah mereka ke badan mereka..
Minder dan malu adalah bagian mereka, namun mereka tetap bisa menjalani hari-hari mereka sebagai mana mestinya..
Pada saat Baghaskara berusia 12 tahun dan Diandra berusia 10 tahun, Jenny ibu mereka kembali bertaruh nyawa sampai mengalami pendarahan saat akan melahirkan seorang bayi, dan akhirnya lahirlah seorang bayi perempuan dan diberi nama Dhenara. Baghaskara dan Diandra bersukacita mempunyai adik, mereka sangat sayang kepada adiknya..
Pada saat itu pula ayah mereka menyadari bahwa apa yang dilakukannya itu tidak benar selama ini, ayah mereka menyadari bahwa anak adalah karunia yang tak boleh disia siakan.. Ayah mereka langsung meminta maaf kepada Baghaskara dan Diandra, dan berjanji tidak mengulanginya kembali..
Dan keluarga ini akhirnya hidup bahagia dalam kasih Tuhan Yesus.
Comments
Post a Comment